Penulis : Sukatman, Mohamad Na’im, & Kayan Swastika
ISBN :
Editor : Yoga Yolanda
Desain Sampul : Sukatman
Layout : Sofitahm
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Jumlah Halaman : vi + 229 hlm
Penerbit : Nanopedia
Cetakan Pertama : Juni 2026
Tentang Buku
TERDAPAT bukti kuat bahwa sekitar 2000 SM telah ada negara bernama Nusantara yang dipimpin dinasti Melayu Purwa. Wilayah negara Melayu Purwa dinamakan sesuai dengan posisi rasi bintang. Penamaan wilayah sesuai posisi rasi bintang tersebut merupakan klaim atau deklarasi wilayah kekuasaan. Wilayah yang memiliki gunung lebih (pua) atau paling tinggi disebut Papua ditandai oleh rasi bintang Kejora. Wilayah di bawah Rasi Bintang Kejora menjadi daerah kekuasaan negara Nusantara yang paling timur. Wilayah yang masuk dalam kawasan rasi Bintang Waluku dinamai daerah Maluku, termasuk kawasan Sulawesi dan Raja Ampat. Wilayah yang masuk kawasan rasi Bintang Kalajengking atau Kalamantana disebut Kalimantan. Wilayah yang masuk di kawasan rasi Bintang Pari tempat raja purwa (jawa) tinggal disebut tanah Jawa. Wilayah yang masuk dalam rasi bintang berbentuk gunung disebut Gunung Bintang atau Gunung Padang ada di Jawa Barat. Wilayah yang masuk kawasan rasi bintang panahan (acahan) disebut daerah Aceh atau juga disebut kawasan Asahan.
Bangsa Melayu Purwa menamai rasi bintang waluku merupakan pertanda bahwa saat itu leluhurnya telah mengenal alat pertanian berupa “waluku” atau bajak. Pelajaran tentang tatanegara dan strategi perang pada zaman Melayu Purwa di Nusantara masih bisa ditemukan pada tinggalan tatawilayah pertahanan Segi Tiga Banda. Terdapat nama wilayah yang penamaannya bersistem numerik dan melahirkan kronogram hampir sama di tiga wilayah. Penamaan wilayah (a) Banda Asahan, (b) Bandawangsa (Bondowoso) di Jawa, (c) Banda Maluku, dan (d) Kalimantan sebagai batas posisi utara. Nama-nama tempat tersebut mengukuhkan bahwa wilayah tersebut adalah “Segi Tiga Bintang” sebagai mitologi pertahanan Nusantara purba.
0 Komentar