NAFAS YANG TAK PERNAH PADAM: Dedikasi Para Maestro Merawat Tradisi Kejhung Papareghan Jember




  • Penulis : Ainur Rohimah; Agus Novi; Gunawan; Imam Jazuli; Donny Deliyar; Jinan Lazuard Haila Rosiha; Amanda Putri Nathania
  • QRCBN :
  • Editor : Fitri Nura Murti, M.Pd.
  • Desain Sampul : @yoyoartgalery
  • Layout : Dimas Y. A.
  • Ukuran : 15,5 x 23 cm
  • Jumlah Halaman :
  • Penerbit : Nanopedia


Tentang Buku

Kejhung Papareghan adalah sebuah ekspedisi fenomenologis yang menelusuri denyut nadi sebuah peradaban lisan yang menolak untuk dikuburkan oleh waktu dan arus modernitas. Buku ini membedah Kejhung sebagai arsip hidup, mesin sosial, dan ruang liminal di persimpangan tubuh, suara, dan spiritualitas, di mana kellèghân yang menusuk langit bukan sekadar teknik vokal, melainkan teriakan dari luka kolektif masyarakat Pandalungan yang mengubah keringat, kerinduan, dan penderitaan menjadi keindahan yang menggetarkan tulang. Dari jejak historis tanèyan Madura hingga panggung Ludruk Jember, arsitektur estetika pengorbanan, kepemimpinan perempuan yang mendobrak batas patriarki, hingga negosiasi pakem di era algoritma digital, karya ini mengungkap bagaimana seni pertunjukan menjadi jaring pengaman budaya, katup pengaman sosial, dan laboratorium demokrasi akar rumput bagi komunitas yang terus-menerus bernegosiasi dengan kolonialisme, kapitalisme agraris, dan fragmentasi identitas. Pada intinya, buku ini adalah manifesto kemanusiaan: sebuah pengakuan bahwa selama masih ada tubuh yang berkeringat, diafragma yang memompa napas, dan hati yang berani melantunkan kebenaran dalam balutan metafora, Kejhung akan terus menjadi cermin retak yang memantulkan wajah manusia Pandalungan, tangguh, puitis, dan tak terpisahkan dari tanah yang melahirkannya.

Posting Komentar

0 Komentar