Akhlak Tasawuf

 


AKHLAK TASAWUF


Penulis                         : Dr. Jasuli, S.Pd.I., S.Sos., M.Pd.I.
ISBN                         :
Penyunting Nasskah : Yoga Yolanda
Desain Sampul         : Dimas Yohan A.
Layout                         : Lailatul Nur Ula 
Ukuran                         : 15,5 x 23 cm
Jumlah Halaman         :       vi + 181 halaman
Penerbit                         : Nanopedia
Cetakan Pertama            :      Mei 2026

Tentang Buku

Buku Akhlak Tasawuf merupakan karya yang mengkaji secara mendalam hubungan antara dimensi moral (akhlak) dan dimensi spiritual (tasawuf) dalam ajaran Islam. Buku ini berangkat dari kesadaran bahwa krisis utama manusia modern bukan hanya terletak pada persoalan ekonomi atau teknologi, tetapi pada krisis makna, moralitas, dan spiritualitas.
Pada bagian awal, buku ini menguraikan hakikat akhlak dalam Islam sebagai sistem nilai yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis, yang bersifat absolut dan transenden . Akhlak dipahami sebagai kondisi batin yang melahirkan perilaku secara spontan, sehingga pembentukan akhlak tidak cukup hanya melalui pengetahuan, tetapi harus melalui pembinaan jiwa.
Selanjutnya, buku ini menjelaskan konsep dasar tasawuf sebagai dimensi batin dalam Islam yang menekankan penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), pengendalian nafsu, dan penguatan hubungan manusia dengan Allah. Tasawuf diposisikan sebagai jalan spiritual yang tidak terpisah dari syariat dan akidah, melainkan melengkapi keduanya dalam kerangka Islam yang utuh.
Pembahasan historis menunjukkan bahwa tasawuf berkembang secara bertahap sejak masa Nabi, sahabat, hingga periode klasik dan modern. Tokoh-tokoh seperti Hasan al-Basri, Rabi’ah al-Adawiyah, dan Al-Ghazali memainkan peran penting dalam merumuskan tasawuf sebagai disiplin spiritual dan intelektual.
Buku ini juga mengkaji konsep-konsep utama dalam tasawuf seperti maqamat (tahapan spiritual) dan ahwal (kondisi spiritual), serta proses penyucian jiwa dari penyakit hati seperti riya’, hasad, dan takabbur. Sebagai gantinya, manusia dituntun untuk menumbuhkan akhlak terpuji seperti ikhlas, sabar, tawakal, dan cinta kepada Allah.
Pada bagian akhir, buku ini menegaskan relevansi tasawuf dalam kehidupan modern. Tasawuf tidak hanya berfungsi sebagai praktik spiritual individual, tetapi juga sebagai solusi terhadap problem sosial, seperti krisis moral, ketimpangan sosial, dan kegersangan spiritual. Konsep tasawuf sosial bahkan menunjukkan bahwa spiritualitas Islam memiliki dimensi transformasi sosial yang kuat.
Secara keseluruhan, buku ini menegaskan bahwa akhlak dan tasawuf merupakan dua sisi yang tidak terpisahkan dalam membangun manusia yang utuh—manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan dalam secara spiritual. Melalui integrasi antara iman, ilmu, dan amal, buku ini menawarkan jalan menuju kehidupan yang harmonis, bermakna, dan berorientasi pada kedekatan dengan Allah.

Posting Komentar

0 Komentar