NARATOLOGAME: Revolusi Pembelajaran Sastra di Era Figital

 





NARATOLOGAME

Revolusi Pembelajaran Sastra di Era Figital

Penulis : Ardi Wina Saputra & Gamal Kusuma Zamahsari
ISBN :
Editor : Yoga Yolanda
Desain Sampul : Gamal Kusuma Zamahsari
Layout : Sofitahm
Ukuran : 15,5 cm x 23 cm
Jumlah Halaman : vi + 147 hlm
Penerbit : Nanopedia
Cetakan Pertama : Maret 2026

Tentang Buku

        Buku ini lahir dari kegelisahan sekaligus keyakinan bahwa sastra tidak boleh ditinggalkan oleh zaman. Sastra justru harus masuk ke jantung pengalaman generasi figital—generasi yang tubuhnya hadir secara fisik sekaligus digital. Melalui konsep Naratologame, buku ini menawarkan sebuah revolusi: mempertemukan naratologi dan game bukan sebagai tempelan metodologis, melainkan sebagai sintesis konseptual yang melahirkan paradigma baru pembelajaran sastra.
        Game bukan lagi distraksi. Game adalah teks. Game adalah ruang naratif interaktif. Game adalah laboratorium pengalaman. Dalam setiap level, jeda, pilihan, dan eksperimen waktu, tersembunyi potensi pedagogis yang luar biasa. Buku ini memetakan enam tingkatan narasi dalam video game dan mengaitkannya secara sistematis dengan strategi pembelajaran sastra. Dari narasi linear era klasik hingga narasi eksperimental dalam jejaring daring, semuanya dibaca sebagai peluang transformasi pedagogi.
        Lebih jauh lagi, buku ini menempatkan pembelajaran sastra dalam lanskap figital—ruang hibrid tempat tubuh fisik dan tubuh digital saling berkelindan. Studi kasus pada Komunitas Kampung Pentigraf Indonesia memperlihatkan bahwa revolusi pembelajaran tidak harus menunggu kebijakan besar; ia dapat dimulai dari komunitas, dari kreativitas, dari keberanian menggabungkan tradisi dan teknologi.
Buku ini bukan sekadar tawaran metode. Ia adalah ajakan untuk berpikir ulang. Ajakan untuk mendekati apa yang selama ini dijauhi. Ajakan untuk melihat bahwa di balik avatar dan algoritma, tetap ada manusia yang mencari makna melalui cerita.
        Jika sastra adalah tentang kehidupan, maka kehidupan generasi hari ini juga berlangsung di dunia game. Sudah saatnya pembelajaran sastra memasuki ruang itu—bukan sebagai tamu, tetapi sebagai penggerak utama.




Posting Komentar

0 Komentar